SEJARAH SABOKINGKING


Makam Sabokingking, merupakan pemakaman para raja-raja awal kerajaan Islam Palembang yang telah berusia sekitar 500 tahun. 
Seperti makam Pangeran Sido Ing Kenayan dan istrinya Ratu Sihuhun, Sido Ing Pasaeran atau Jamaluddin Mangkurat I (1630-1652), serta Pangeran Ki Bodrowongso yang pernah hidup di antara tahun 1622-1635 Masehi. Makam ini terletak di Sei-Buah, Ilir Timur II, Palembang.
Letak makam Pangeran Sido Ing Kenayan dan istrinya Ratu Sinuhun ini tidak jauh dari dari kompleks pemakaman kakek mertuanya Ki Gede Ing Suro, di lorong Haji Umar, di 1 Ilir Palembang. Ratu Sinuhun merupakan cucu Ki Gede Ing Suro.
Di bawah pemerintahan Sido Ing Kenayan, Ratu Sinuhun mampu melahirkan kitab Undang-undang 'Simbur Cahaya' yang merupakan hukum adat tertulis dan berlaku di seluruh wilayah Sumatra Selatan saat itu.
Disekitar makam ini juga terdapat pemakaman umum buat penduduk asli daerah tersebut. Untuk menuju ke tempat ini dapat mi akses melalui dua jalan, Jalan Sabokingking dan Jalan Arafuru. Makam Sabokingking ini merupakan makam tertua para raja atau pangeran di Palembang. 
Di makam ini disemayamkan Pangeran Sido Ing Kenayan (1622-1630), Sido Ing Pasaeran atau Jamaluddin Mangkurat I (1630-1652), Ratu Sinuhun- penulis kitab Simbur Cahaya- serta imam kubur Al Habib Al Arif Billah Umar bin Muhammad Al Idrus bin Shahab, serta Panglima Kiai Kibagus Abdurrachman.


SEJARAH KAWAH TENGKUREP


Kompleks Pemakaman ini sekarang masuk dalam kawasan Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Berdasarkan catatan lama, pemakaman ini dibangun tahun 1728 M atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (wafat tahun 1756 M), setelah pembangunan Kompleks Makam atau Gubah Talang Kerangga (30 Ilir). Nama kawah tekurep diambil dari bentuk cungkup (kubah) yang menyerupai kawah ditengkurapkan (Palembang: tekurep). Jika diukur dari tepian Sungai Musi, kompleks makam ini berjarak sekitar 100 meter dari sungai.
Sekelilingnya dipagari dengan batu bata, yang sebagian telah rusak. Di sisi yang menghadap Sungai Musi (arah selatan), terdapat gapura yang merupakan gerbang utama untuk memasuki kompleks makam. Di dalamnya, terdapat empat cungkup. Yaitu, tiga cungkup yang diperuntukkan bagi makam para sultan dan satu cungkup untuk putra-putri Sultan Mahmud Badaruddin, para pejabat dan hulubalang kesultanan. Berikut nama-nama tokoh yang dimakamkan:
Cungkup I:
1. Sultan Mahmud Badaruddin I (wafat tahun 1756 M)
2. Ratu Sepuh, istri pertama yang berasal dari Jawa Tengah
3. Ratu Gading, istri kedua yang berasal dari Kelantan (Malaysia)
4. Mas Ayu Ratu (Liem Ban Nio), istri ketiga yang berasal dari Cina
5. Nyimas Naimah, istri keempat yang berasal dari 1 Ilir (kini Guguk Jero Pager Kota Plembang Lamo)
6. Imam Sayyid Idrus Al Idrus dari Yaman Selatan
Cungkup II:
1. Pangeran Ratu Kamuk (wafat tahun 1755 M)
2. Ratu Mudo (istri P. Kamuk) 3. Sayyid Yusuf Al Angkawi (Imam Sultan)
Cungkup III:
1. Sultan Ahmad Najamuddin (wafat tahun 1776 M)
2. Masayu Dalem (istri Najamuddin)
3. Sayyid Abdur Rahman Maulana Tugaah (Imam Sultan dari Yaman)
Cungkup IV:
1. Sultan Muhammadi Bahauddin (wafat tahun 1803 Masehi)
2. Ratu Agung (istri Bahauddin)
3. Datuk Murni Hadad (Imam Sultan dari Arab Saudi)
4. Beberapa makam lain yang tidak terbaca namanya


Sejarah Makam Ki Gede Ing Suro


makam_gede_ing_suro









Kota Palembang hingga kini masih dipercayai masyarakat Melayu sebagai tanah leluhurnya. Menurut kisah, di kota inilah hadir seorang tokoh yang menjadi cikal bakal Raja Melayu pertama yaitu Parameswara yang turun dari Bukit Siguntang. Pada saat yang bersamaan, Kerajaan Sriwijaya runtuh, maka bermunculan kekuatan-kekuatan lokal seperti Panglima Bagus Kuning di hilir Sungai Musi, Si Gentar Alam di daerah Perbukitan, Tuan Bosai dan Junjungan Kuat di daerah hulu Sungai Komering, Panglima Gumay di sepanjang Bukit Barisan. Kemudian Parameswara meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama menuju Tumasik. Tanah Tumasik diberi nama Singapura oleh Parameswara.
Pada saat pasukan Majapahit akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka, kemudian mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Hubungan dagang yang kuat dengan orang–orang Gujarat dan Persia menyebabkan perekonomian Malaka berkembang pesat. Kemudian Parameswara memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah. 
Kota Palembang menjadi kota tak bertuan, tidak ada penguasa tunggal atas kota dagang ini. Namun kegiatan perekonomian tetap berjalan. Perdagangan antarbangsa berjalan dengan baik. Di kota ini pula bermukim para pembesar dan priyayi pendukung utama Kesultanan Demak, penguasa baru tanah Jawa. Mereka menyingkir dari Demak setelah kalah perang melawan Kerajaan Pajang pada tahun 1528. Rombongan asal Demak ini dipimpin oleh Kiai Gedeng Suro atau Ki Gede Ing Suro.
Selain pembesar dan priyayi, turut serta pula pasukan yang dipimpin oleh Raden Patah. Mereka memilih Palembang sebagai tempat yang aman. Selain karena Raden Patah (bergelar Jimbun Abdurrahman Panembahan Palembang Sayyidina Panatagama) adalah bangsawan Demak kelahiran Palembang. Beliau tumbuh sejak kecil di kota ini bersama ibunya, Putri Campa.
Raden Patah, Ario Damar dan Pati Unus, adalah tokoh dibalik hancurnya Kerajaan Majapahit. Mereka dikenal dari Ekspedisi Pamalayu. Raden Patah berhasil membangun kembali Palembang setelah Kerajaan Sriwijaya secara perlahan mulai melemah. Berselang kemudian, Majapahit mulai dilanda kekacauan, pemberontakan dan pecahnya perang saudara.
Ario Damar sendiri pada saat itu adalah seorang Mangkubumi Kerajaan Sriwijaya. Beliau memeluk Islam sejak kedatangan Raden Rahmat. Menjadi seorang muslim, Ario Damar mengganti namanya menjadi Ario Abdullah, yang populer dengan sebutan Ario Dillah.
Kehadiran Ki Gede Ing Suro di kota Palembang, memicu kedatangan pemukim-pemukim muslim baru dari Demak, Pajang dan Mataram. Mereka datang ke Palembang demi menghindari konflik politik berkepanjangan di tanah Jawa.
Sebuah kerajaan Islam di Palembang akhirnya resmi berdiri pada tahun 1552 secara politik dari Kesultanan Demak. Adalah Ki Mas Hindi, disebut pula Pangeran Ratu atau Pangeran Ario Kusuma Abdurrohim, yang memiliki nama lain, Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, sebagai Sultan pertama kerajaan Islam di tanah Palembang. Beliau bergelar Sultan Jamaluddin Candi Walang, atau Sultan Ratu Abdul Rahman. Kerajaan Islam ini diberi nama Kesultanan Palembang Darussalam.
Sultan Jamaluddin kemudian diganti oleh Sultan Mansyur. Beliau didampingi seorang ulama besar, Tuan Faqih Jalaluddin. Setelah Sultan Mansyur, Kesultanan Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin, yang dikenal pula sebagai Sultan Lemah Abang.
Kesultanan Palembang Palembang Darussalam menggabungkan kebudayaan maritim peninggalan Sriwijaya dan budaya agraris Majapahit. Palembang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan yang paling besar di Semenanjung Malaka. Hadirnya Kesultanan Palembang Darussalam ini menjadi lembaran baru bagi kota Palembang sejak keruntuhan Sriwijaya. Hukum Islam diterapkan dalam aturan tatanegara dan ekonomi.
Ki Gede Ing Suro merupakan tokoh utama dibalik berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam. Setelah wafat pada tahun 1587, beliau dimakamkan di sebuah daerah yang kini berada di Kelurahan I Ilir, kota Palembang. Setelah beliau dimakamkan, berturut-turut dimakamkan para pembesar Demak lainnya dan keluarganya, hingga mencapai 38 makam. Kompleks pemakaman ini kemudian dikenal sebagai Taman Purbakala Ki Gede Ing Suro.
Kompleks makam berupa bangunan fondasi yang terdiri dari tiga bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 54 meter persegi, dengan tinggi 1,2 meter. Bangunan ini berdiri diatas dua lapik, lapik pertama berukuran 7 meter x 3,7 meter. Lapik kedua berukuran 16 meter x 11 meter. Diatasnya berdiri batur dengan tangga masuk yang berada di sisi selatan. Pada dinding batur terdapat panil berbentuk bujursangkar berpola hias geometris. Pada teras makam terdapat dua nisan dari kayu persegi pipih.
Bangunan kedua memiliki ukuran 8,45 meter x 5 meter dengan tinggi 90 sentimeter. Berdiri diatas satu lapik. Pola hias tangga sama dengan bangunan pertama. Disini terdapat tiga makam, dua makam di sisi utara, dan satu makam di sisi selatan. Jirat makam di sisi selatan berbentuk persegi panjang. Nisan makam terbuat dari batu andesit, puncaknya berbentuk kurawal dengan ujung meruncing.
Bangunan ketiga adalah yang terbesar, memiliki ukuran 8,75 meter x 9 meter. Memiliki teras berukuran 12,5 meter x 11,5 meter. Hiasan bangunan utama berupa ukiran bunga dan geometris. Pada teras hiasannya berupa sulur. Diatas bangunan terdapat tiga nisan makam yang bentuknya sama dengan bangunan kedua.

SEJARAH KOTA PALEMBANG



Kota Palembang adalah salah satu kota (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya) sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota ini dahulu pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum kemudian berpindah ke Jambi. Bukit Siguntang, di Palembang Barat, hingga sekarang masih dikeramatkan banyak orang dan dianggap sebagai bekas pusat kesucian di masa lalu.
Sejarah Awal Mula Berdiri Kota PalembangPalembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi (tanggal 5 bulan Ashada tahun 605 syaka). Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.









Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu :
  • Pegunungan Bukit Barisan.
  • Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
  • Daerah pesisir timur laut.

Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara
Sriwijaya, seperti juga bentuk-bentuk pemerintahan di Asia Tenggara lainnya pada kurun waktu itu, bentuknya dikenal sebagai Port-polity. Pengertian Port-polity secara sederhana bermula sebagai sebuah pusat redistribusi, yang secara perlahan-lahan mengambil alih sejumlah bentuk peningkatan kemajuan yang terkandung di dalam spektrum luas. Pusat pertumbuhan dari sebuah Polity adalah entreport yang menghasilkan tambahan bagi kekayaan dan kontak-kontak kebudayaan. Hasil-hasil ini diperoleh oleh para pemimpin setempat. (dalam istilah Sriwijaya sebutannya adalah datu), dengan hasil ini merupakan basis untuk penggunaan kekuatan ekonomi dan penguasaan politik di Asia Tenggara.
Ada tulisan menarik dari kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14, menceritakan tentang Sriwijaya sebagai berikut :Negara ini terletak di Laut selatan, menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat. Pada zaman dahulu pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak-bajak laut yang bermaksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing datang, rantai itu diturunkan. Setelah keadaan aman kembali, rantai itu disingkirkan. Perahu-perahu yang lewat tanpa singgah dipelabuhan dikepung oleh perahu-perahu milik kerajaan dan diserang. Semua awak-awak perahu tersebut berani mati. Itulah sebabnya maka negara itu menjadi pusat pelayaran.

Sejarah Pascal


Nama PASCAL diambil dari seorang matematikawan Perancis bernama Blaise Pascal yang juga merupakan pioneer di dalam sejarah perkembangan komputer. Pada tahun 1641, diusianya ke-18, Blaise Pascal membangun sebuah mesin aritmatika pertama yang kemudian diperdebatkan sebagai komputer pertama. Menurut sejarah, pada tahun 1650, Blaise Pascal telah meninggalkan dunia geomtri dan fisika dan memfokuskan dirinya di bidang agama, seperti yang dituang dalam tulisannya yang berjudul “Contemplate The Greatness and The Missery of Man”. Sampai akhirnya dia meninggal dunia pada 19 Agustus 1662.
Mula-mula komputer deprogram dengan menggunakan bahasa mesin dan assembly. Bahasa pemrograman jenis ini merupakan bahasa yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga sulit untuk dimengerti dan dimodifikasi. Dengan demikian, pemrograman seperti itu akan memakan waktu yang lama dan diperlukan biaya yang mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dikembangkanlah bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi, yang didesain menyerupai bahasa manusia. Salah satu bahasa tersebut adalah bahasa PASCAL.


Bahasa-bahasa tingkat tinggi yang dikembangkan pada saat itu antara lain FORTRAN (Formula Translation – 1957), COBOL (Common Business Oriented Language – 1959), BASIC(1964), C(1971), ADA(1983), C++(1983) dan masih banyak lagi hingga sampai saat ini.
Bahasa pascal sendiri selesai dikembangkan pada tahun 1970 oleh seorang professor bernama Niklaus Wirth di politeknik Zurich, Swiss. Tujuannya adalah untuk memudahkan para mahasiswa dalam mempelajari pemrograman secara sistematis. Bahasa PASCAL merupakan bahasa yang memiliki struktur data paling teratur bila dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya. Maka dari itu, bahasa pascal sangat populer dan banyak digunakan dikalangan akademis (Universitas). Sedangkan di dunia industri, memang harus diakui bahwa bahasa C/C++ lebih unggul penggunaannya bila dibandingkan dengan bahasa PASCAL
Selain PASCAL Original yang dikembangkan oleh Niklaus Wirth, bahasa yang pernah populer di dunia PASCAL adalah UCSD PASCAL yang berjalan di bawah sistem operasi P-System UCSD. Sistem ini dikembangkan di University of California – San Diego, dibawah kepemimpinan Kenneth Bowless. Sistem operasi P-System UCSD itu sendiri juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa UCSD PASCAL.
Pada tahun 1978, UCSD PASCAL juga digunakan untuk mengembangkan interpreter 6502 oleh Richard Gleaves dan Mark Allen, yang akhirnya menjadi dasar bagi pembentukan APPLE PASCAL yang dibentuk oleh APPLE COMPUTER. Selanjutnya APPLE COMPUTER merilis implementasi objek PASCAL untuk pertama kalinya, yaitu versi terbaru APPLE PASCAL yang mendukung adanya pemrograman berarah objek, atau yang lebih dikenal dengan sebutan OOP (Object Oriented Programming).
Setelah melalui beberapa proses oleh ISO (International Standard Organization), akhirnya pada tahun 1993, PASCAL STANDARDS COMMITTEE mempublikasikan ekstensi objek ke dalam bahasa PASCAL standar.

Pernyataan perulangan

Pernyataan Perulangan

Pengulangan (loop) merupakan bentuk yang sering ditemui di dalam suatu program aplikasi. Dalam hampir setiap program yang kompleks mutlak memerlukan suatu perulangan dan percabangan. Tujuan perulangan disini adalah untuk mengulang statement atau blok statement berulang kali sesuai sejumlah yang ditentukan pemakai. Pengulangan dapat dilakukan sejumlah kali, atau sampai kondisi berhenti dan pengulangan tercapai. Di dalam bahasa Pascal, dikenal tiga macam perulangan, yaitu dengan menggunakan pernyataan For, While-Do,  dan Repeat…Until.
  
Pernyataan FOR

Pernyataan for adalah konstruksi pengulangan tanpa kondisi, artinya instruksi-instruksi di dalam badan pengulangan diulangi sejumlah kali yang di spesifikasikan oleh pemrogram. Dalam hal ini, jumlah pengulangan sudah diketahui sebelum konstruksi pengulangan eksekusi. Perulangan dengan pernyataan For digunakan untuk mengulang pernyataan atau satu blok pernyataan berulang kali sejumlah yang ditentukan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi. Untuk mencacah beberapa kali pengulangan dilakukan, diperlukan sebuah peubah (variable) pencacah (counter). Peubah ini nilainya selalu bertambah satu setiap kali pengulangan dilakukan. Jika cacah pengulangan sudah mencapai jumlah yang dispesifikasikan, maka proses pengulangan berhenti. Perulangan dengan pernyataan For dapat berbentuk perulangan positif, perulangan negatif dan perulangan tersarang.

Perulangan Positif
Perulangan positif adalah perulangan dengan penghitung dari kecil ke besar atau pertambahan positif. Perulangan positif dapat dibentuk dengan menggunakan pernyataan For-To-Do, dengan bentuk umum:
For variabel-kontrol:=nilai awal To nilai akhir Do
pernyataan

Contoh perulangan positif :
Contoh 1. Mencetak “saya sedang belajar for” sebanyak 5 kali.
Program cetak;
Uses wincrt;
Var
   I:Integer;
Begin
   For I:= 1 to 5 Do Writeln(‘sedang belajar for’);
End.

Contoh 2. Menjumlahkan deret 1 sampai N (1+2+3…+N). N adalah bilangan bulat positif.
Program penjumlahan_deret;
Uses wincrt;
Var
N :integer;
I :integer;
Jumlah:integer;
Begin
Write (‘berapa N ?’);readln(N);
Jumlah:=0;
For I := 1 to N do
Begin
Jumlah := jumlah + i
End;
Writeln (‘jumlah deret = ‘ , jumlah);
End.


Perulangan Negatif

Perulangan negatif adalah perulangan dengan penghitung dari besar ke kecil atau pertambahan negatif. Perulangan negatif dapat dibentuk dengan menggunakan pernyataan For-DownTo-Do, dengan bentuk umum:
For variabel-kontrol := nilai awal DownTo nilai akhir Do
penyataan

Contoh perulangan negatif :
Contoh 3. Mencetak menurun angka 5 sampai dengan 1
Program cetak_menurun;
Uses wincrt;
Var
   I:integer;
Begin
   For I:=5 downto 1 do
   Begin
        Writeln(I);
   End;
End.

Perulangan Bersarang

Perulangan bersarang adalah perulangan yang berbeda di dalam perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebh dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya.

Contoh perulangan bersarang:
Contoh 4. Mencetak matrix:
1 1     1 2        1 3
2 1     2 2        2 3
3 1     3 2        3 3
4 1     4 2        4 3
5 1     5 2        5 3
 
Program cetak2;
Uses wincrt;
Var
   I,J:Integer;
Begin
   For I:=1 to 5 Do
   Begin
        For j:=1 to 3 Do
        Begin
             Write(I:8,J:3);
        End;
        Writeln;
   End;
End.


Pernyataan WHILE

Pada struktur WHILE, aksi (atau runtunan aksi) akan dilaksanakan berulang kali selama kondisi bernilai true. Jika kondisi bernilai false, badan pengulangan tidak akan dilaksanakan, yang berarti pengulangan selesai. Yang harus diperhatikan adalah pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menandakan bahwa logika pemrograman tersebut salah. Pengulangan berhenti apabila kondisi bernilai false. Agar kondisi suatu saat bernilai false, maka di dalam badan pengulangan harus ada instruksi yang mengubah nilai variabel kondisi.

while kondisi do
aksi
Contoh 1. Perulangan dengan while
Program perulanganwhile;
Uses wincrt;
Var
I:integer;
Begin
writeln('Program Perulangan dengan While');
I:=1;
While i<= 10 do 
Begin 
Writeln(i); I:=i+1; 
End; 
End. 

Contoh 2. Menghitung rata-rata dengan while dengan syarat nilai tidak boleh nol.
Program rerata2; 
uses wincrt; 
var i,x,jumlah:integer;
rerata:real; 
begin 
writeln('Masukan nilai-nilai (0 untuk berhenti)=');
readln(x);
i:=0; 
while x<>0 do
begin
i:=i+1;
jumlah:=jumlah+x;
read(x);
end;
rerata:=jumlah/i;
writeln(‘Jumlah=’,jumlah);
writeln(‘Rerata=’,rerata);
end.


Pernyataan REPEAT

REPEAT...UNTIL berfungsi hampir sama dengan WHILE...DO. Pada REPEAT...UNTIL, looping akan berhenti justru ketika kondisi bernilai TRUE. Selain itu kondisi akan diuji pada akhir perulangan sehingga blok di dalam perulangan akan dijalankan minimal satu kali walaupun kondisi yang ada masih FALSE. Repeat – Until digunakan untuk mengulang statement-statemen atau blok statement sampai (Until) kondisi yang diseleksi di Until tidak terpenuhi.
Perbedaannya, pengulangan Repeat-Until dengan While-Do terletak pada letak pengecekan kondisi. Jika pada pernyataan While-Do kondisi dicek pada awal blok pernyataan yang harus diulang, sedangkan pada pernyataan Repeat Until, kondisi dicek pada akhir blok pernyataan yang harus diulang. Perbedaan yang lain, bila pernyataan while mengulang pernyataan selama kondisi masih terpenuhi, pernyataan repeat..until mengulang pernyataan selama kondisi belum terpenuhi. Bentuk umum penyataan repeat..until adalah sebagai berikut.
Repeat
(pernyataan-pernyataan yang akan diulang)
until kondisi

Contoh 1. program mencetak 5 bilangan bulat pertama menggunakan repeat-until
Program cetak;
Uses wincrt;
Var
i : Integer;
Begin
i:=0;
Repeat
i:= i+1;
Writeln (i);
Until i=5;
End.


Contoh 2. Program mencetak ulangan ke-1 sampai ke-10
Uses wincrt;
Var
n : integer;
Begin
n:= 1;
Repeat
Writeln ('Ulangan ke :',n);
n:= n + 1;
Until n >= 10;
Readln;
End.


Contoh 3. Program menghitung berat badan ideal
program berat_badan;
uses wincrt;
var
t,m:real;
j:char;
begin
repeat
begin
write('Masukkan tinggi badan Anda=');readln(t);
m:=((t-100)-(0.1*(t-100)));
writeln('Berat ideal Anda= ',m:2:0);
write('Anda Ingin menghitung lagi?=');readln(j);
end;
until (j<>'y');
end.

Pernyataan Repeat – Until tersarang

Repeat – Until tersarang adalah suatu perulangan Repeat – Until yang satu berada didalam perulangan Repeat – Until yang lainnya.
Contoh 4: Program mencetak baris dan kolom menggunakan repeat until bersarang
Program Perulangan_Repeat_2;
Var I, J : Integer;
Begin
I:= 0;
Repeat
I:= I + 1;
J:= 0;
Repeat
J:= J + 1;
Writeln (I : 5, J : 5);
Until J = 3;
Until j = 3;
End.

Contoh 5: program menghitung gaji bersih pegawai. Input : nama, alamat, golongan (A dan B), dan status (tidak menikah, janda, duda, sudah menikah). Jika termasuk golongan A maka gaji pokok Rp.500.000. Jika golongan B maka gaji pokok Rp.1000.000. jika status sudah menikah maka mendapatkan tunjangan sebesar 10 % dari gaji pokok, selain itu tidak mendapatkan tunjangan. Gaji bersih pegawai adalah gaji pokok + tunjangan. Output : nama, alamat, golongan, status, tunjangan, total gaji.

Program gaji;
uses crt;
var
gapok: longint;
gaji,tunj: real;
gol: char;
nama, alamat, status: string;
begin
clrscr;
write('Masukkan nama : '); readln(nama);
write('Masukkan alamat : '); readln(alamat);
repeat
write('Masukkan golongan : '); readln(gol);
gol := UpCase(gol);
until (gol = 'A') or (gol = 'B');
repeat
write('Masukkan status : '); readln(status);
until (status='tidak menikah') or (status='janda') or
(status = 'duda') or (status='sudah menikah');
if gol = 'A' then
gapok := 500000
else
gapok := 1000000;
if status = 'sudah menikah' then
tunj := 0.1 * gapok
else
tunj := 0;
gaji := gapok + tunj;
clrscr;
writeln('Nama anda adalah ',nama,' dan beralamat di ',alamat);
write('Anda bekerja di Golongan ',gol);
writeln(' sehingga gaji pokok anda sebesar Rp', gapok);
writeln('Status anda adalah ', status);
writeln('Sehingga anda mendapat tunjangan sebesar Rp', tunj:0:0);
writeln('Berdasarkan hal tersebut, total gaji anda sebesar Rp', gaji:0:0);
readln;
end.